JoomlaLock.com All4Share.net
Aparat Muntahkan Peluru
AKSI : Aparat keamanan ketika melakukan pengamanan dan menindak tegas pelaku kerusuhan. Aksi ini menjadi bagian dari tugas Kepolisian untuk mengamankan Pilkada Merangin.

 

MERANGIN- Ratusan massa salah satu kandidat Bupati bentrok dengan aparat kepolisian. Massa tersebut melakukan tindakan anarkis usai melakukan aksi unjuk rasa ke Kantor KPUD Merangin.

Aksi massa itu diawali adanya isu kecurangan dalam pelaksanaanPilkada Merangin. Pada aksi unjuk rasa itu, aparat dari Polres Merangin, Batalyon Brimob Den B dan Kodim 0420/Sarko bersinergi. Alhasil, massa yang terus anarkis membuat aparat bertindak tega. Aparat terpaksa memuntahkan peluruh kearah massa yang dinilai sebagai provokator yang menyebabkan kerusakan aset milik Pemerintah.

02 hl 2

Mulanya,aksi unjuk rasa yang dilakukan ratusan massa salah satu kandidat berjalan dengan damai. Namun tiba –tiba salah satu massa melempari personil pengamanan dari pihak kepolisian. Massa yang terpancing langsung bentrok dengan pihak kepolisian.

Untuk membubarkan massa,aparat kepolisian sempat menembakan gas air mata kearah kerumunan massa. Massa yang semakin brutal ternyata tetap bertahan dan terus melempari aparat. Kericuhan semakin memanas setelah ratusan massa membakar Kantor KPUD Merangin.

Karena jumlah massa lebih banyak dan tidak terkendali. Akhirnya bantuan dari Brimob Den B Polda Jambi dikerahkan untuk mengatasi kerusuhan massa yang semakin brutal. Berkali-kali gas air mata ditembakan untuk menghalaukan massa,namun massa tetap bertahan.

Selanjutnya,water cannon dari Brimob Den B Polda Jambi yang dikerahkan sempat membuat massa membubarkan diri. Ternyata selang beberapa jam,massa kembali berkumpul bahkan semakin anarkis dengan menjarah pertokoan yang ada disekitar Kantor KPUD Merangin.

02 hl 3

Untuk mengatasi kerusuhan yang lebih luas, Tim Anti Anarkis Batalyon Brimob Den B Polda Jambi kembali diturunkan. Aparat sempat memperingati massa agar bubar,namun tak diindahkan. Alhasil, aparat harus mengambil tindakan tegas. Sejumlah tembakan yang menandakan muntahnya timah panas Polisi langsung menuju kearah kerumunan massa. Sejumlah massa tampak tumbang dijalanan. Meksi demikian, polisi tetap membawa korban dan dilarikan ke RSUD. Usai tindakan tegas, akhirnya polisi berhasil mengamankan berberapa warga yang diduga menjadi provokator. Selanjutnya, warga langsung membubarkan diri serta situasi kembali kondusif.

Kejadian ini bukanlah sebenarnya,melainkan simulasi pengamananPilkada yang digelar Polres Merangin. Simulasi ini dilakukan agar masyarakat luas tahu bagaimana nantinya kecekatan petugas jika terjadi kerusuhan di Pilkada.

“Ini rangkaian simulasi pengamananPilkada. Kami pihak keamanan wajib melakukan simulasi ini agar masyarakat tahu bagaimana pihak kepolisioan melakukan pengamanan jika terjadi kerusuhan,”terang Wakapolda Jambi, Kombes Pol Ahmad Aidar,Selasa(13/2).

Wakapolda menuturkan,simulasi yang dilakukan sangat baik. Bahkan ia mengaku terkesan sebab dalam adegan itu, kepolisian bersinergi dan tetap mengedepankan protab untuk melakukan pengamanan di Pilkada.

“Simulasi ini harus seperti nyata. Agar sewaktu menghadapi demo,polisi sudah siap melakukan pengamanan dan bertindak,”tutupnya.(zak)

 

Bagikan ke Medsos !