JoomlaLock.com All4Share.net
2017, Pembangunan Tanjung Berugo Menggeliat
ITEM : Dua dari berbagai item kegiatan fisik yang dibangun melalui Dana Desa Tanjung Berugo. Saat ini kegiatan pembangunan tersebut sudah dirasakan dan dimanfaatkan masyarakat desa. Repro/ist

 

MERANGIN– Realisasi program kerja tahun 2017 yang dilaksanakan Pemerintah Desa Tanjung Berugo saat ini sudah dimanfaatkan warga. Tidak hanya kegiatan fisik saja, pembangunan juga dilaksanakan pada kegiatan sosial kemasyarakatan.

Hal itu terbukti dengan sudah terealisasinya sejumlah kegiatan pembangunan yang dilaksanakan. Malahan Kepala Desa Tanjung Berugo, Pahrul menyampaikan jika saat ini berbagai item pembangunan fisik pada anggaran tahun 2017 sudah terealisasi dengan baik.

“Alhamdulillah, sudah terealisasi dengan baik. Dimulai dari segi perencanaan hingga realisasi akhir kegiatan dan sudah dimanfaatkan warga,” kata Pahrul.

Di tahun 2017, Pahrul menyebutkan ada sejumlah kegiatan fisik yang terealisasi 100 persen. Kegiatan itu diantaranya pembangunan jalan di RT 5, pembangunan dua unit drainase di RT 1 dan RT 6, pembangunan jalan rabat beton di RT 1,2,3,4 dan RT 6. Bahkan di RT 4, dibangun dua unit jalan rabat beton. Selanjutnya pembangunan bronjong di Sungai Tanjung Berugo. Tidak itu saja, memanfaatkan anggaran desa, Pemerintah Desa Tanjung Berugo juga membangun jalan usaha tani ke Batas Ikan. Khusus pembangunan jalan ini, Pahrul menyebutkan dalam RAB memang sepanjang 566 Meter. Namun hanya terealisasi 400 meter. Sebab jalan tersebut mentok di tebing air terjun. Namun demikian, sisa dari kekurangan panjang jalan itu dialihkan ke jalan usaha tani Bukit Melimbung sepanjang 156 meter. Pada kenyataannya jalan usaha tani itu terbangun sepanjang 380 meter. “Lebih panjang dari rencana sebelumnya dan pembangunan ini sudah kita bahas di tingkat TPK Desa dengan realisasi 380 meter. Selain itu ada juga rehab gedung PAUD dan TK dan pembangunan irigasi,” jelasnya.

Kemudian, untuk menambah kekuatan penerangan listrik di desa. Pemerintah Desa Tanjung Berugo juga melakukan pengadaan generator untuk PLTA. Generator ini berkekuatan 112 KW. “Masyarakat bersama-sama mengangkat generator ini ke lokasi PLTA. Berfungsinya generator ini mampu melayani lebih dari 250 rumah,” ujarnya.

Malahan dengan berfungsinya generator ini, pihak Desa Tanjung Berugo sudah membentuk BUMDes. Dari PLTA ini pengurus PLTA Tanjung Berugo sudah menghasilkan PAD rata-rata Rp 8-9 Juta. “Iya, kita bentuk BUMDes. Dan sudah dikelola. Alhamdullilah bisa menjadi salah satu PAD desa,” sebut Pahrul.

Tidak hanya fokus dipelayanan fisik saja, Pemerintah Desa disini juga peduli terhadap bidang sosial. Bidang sosial tersebut berupa bantuan dari desa pada program Penduduk Pra Sejahtera. Dimana, pihak Desa menyediakan anggaran Rp 25 Juta untuk membantu rehab ringan rumah milik masyarakat. Di sektor ini, sebanyak 6 rumah mampu terlayani.

“Khusus program ini memang jumlah bantuannya tidak sama. Sebab kita memprioritaskan kebutuhan rumah setelah melakukan survei dan ini sudah terlaksana serta masyarakat penerima sudah menikmati pemanfaatannya,” ungkap Pahrul.

Sementara itu, terpisah Ali salah satu penerima bantuan program Penduduk Pra Sejahtera mengakui sudah menerima bantuan tersebut. Khusus untuk rumah miliknya, pihak desa membantu dua truk pasir, kemudian semen sebanyak 15 zak serta uang Rp 1,5 Juta sebagai upah.

“Awalnya rumah saya tidak memiliki lantai. Dan sekarang sudah memiliki lantai semen. Terimakasih pak Kades yang sudah memperhatikan dan memberikan bantuan ini,” kata Ali.

Terakhir, pada tahun 2017, Pemerintah Desa Tanjung Berugo juga melakukan pengadaan bibit manggis. Bibit manggis sebanyak 600 batang ini diberikan ke masing-masing KK sebanyak dua batang. “Sudah tersebar semua ke 300 warga penerima bibit,” jelasnya.

Terkait masalah pengelolaan dana desa serta pelaporan, Pahrul menyebutkan jika pihaknya tetap mengutamakan transparansi. Malahan seluruh penggunaan dana desa tetap dilaporkan sesuai dengan ketentuan. Diakui Pahrul, selaku Kepala Desa, ia tidak ingin bermain-main dengan dana desa.

“Di sektor ini tentu kita sangat hati-hati. Baik dari segi pelaporan hingga proses penggunaan dana desa. Sebab saya tahu dan saya tidak ingin hal ini malah menjadi sandungan program pembangunan yang sudah dilaksanakan. Artinya kita melaksanakan semua sesuai dengan prosedur yang berlaku,” pungkasnya. (din)

 

Bagikan ke Medsos !