JoomlaLock.com All4Share.net
Nikotin Rokok Tak Bisa Hilang Cepat, Meskipun Lewat Ciuman
rokok (Dok. JawaPos.com)

 

Rokok adalah zat candu atau adiksi paling berbahaya. Bahkan, rokok berbahaya bagi orang lain. Asapnya yang mengandung nikotin dan tar tak bisa hilang begitu saja hanya dengan dicuci. Nikotin baru bisa hilang setelah berbulan-bulan.

Kasubdit Pengendalian Kanker Kementerian Kesehatan Niken Wastu Palupi menegaskan jangan sampai orang tua merokok di dekat anak kecil. Perokok menyebabkan nikotin menempel di baju.

"Nikotin ini hilangnya dicuci saja belum hilang. Rokok punya 7 ribu zat kimia di antaranya racun yang sebabkan kanker. Namanya juga racun akan nempel di baju, tirai, dan lainnya," katanya di Jakarta, Jumat (9/2).

Niken menegaskan justru perokok harus merokok di area terbuka bukan ditempatkan di ruang khusus tertutup sebagai tempat khusus merokok. Seorang ayah baru boleh memegang bayinya ketika dirinya sudah bersih dari asap rokok. Ironisnya, asap rokok dan nikotin dari seorang pecandu, tentu menempel di mulutnya.

"Jadi kalau suami istri berciuman tentu bisa suaminya menularkan nikotin pada mulut istrinya. Karena nikotin enggak mudah hilang begitu saja. Dan banyak perokok pasif mengidap kanker paru," kata Niken.

Niken menyampaikan Jogjakarta adalah salah satu kota dengan prevalensi merokok tertinggi. Hal itu bisa jadi disebabkan tingkat kesadaran masyarakat perang terhadap rokok lebih tinggi. Serta ruang lingkup yang jauh lebih kecil yakni 5 kabupaten kota.

"Jadi di sana mungkin masyarakatnya sadar tentang bahaya rokok dan langsung peduli. Sehingga angka cakupannya lebih luas," jelasnya.

(ika/JPC)

 

Bagikan ke Medsos !