JoomlaLock.com All4Share.net
Tak Disangka, 4 Hal Sederhana Ini Bisa Ganggu Pernapasan
Ilustrasi bernafas (Istimewa)

 

Berbagai faktor risiko pemicu iritasi di jalur pernapasan ternyata bisa disebabkan oleh hal-hal sederhana. Jika iritasi didiamkan maka bisa memicu terjadinya risiko kanker paru.

Kasubdit Pengendalian Kanker Kementerian Kesehatan, Niken Wastu Palupi menjelaskan pihaknya terus berupaya melakukan upaya preventif promotif untuk mencegah terjadinya penyakit kanker paru dan pernapasan lainnya. Upaya pemerintah lainnya adalah dengan komitmen membuat Kawasan Tanpa Rokok (KTR).

"Dan upaya berhenti merokok terus kami berikan edukasinya, bagaimana mencegah supaya tahu pengendalian risiko untuk kanker paru," jelasnya baru-baru ini.

Lalu, apa saja yang dapat mempengaruhi faktor risiko pernapasan dan kanker paru? 

Obat Serangga
Obat nyamuk bakar atau semprotan yang mengandung zat-zat kimia bisa memengaruhi faktor pernapasan. Khawatir, jika ada iritasi saluran napas, hal itu bisa menjadi rangsangan menghidupkan sel kanker.

"Itu zat kimia itu akan iritasi juga. Polutan juga jadi jangan langsung ditutup kamarnya jika sudah disemprot obat nyamuk. Biarkan beberapa jam baru masuk ke kamar," jelas Niken.

Asap Dapur
Asap dapur juga menjadi salah satu faktor risiko. Misalnya asap yang ditimbulkan dari minyak goreng saat dipanaskan atau aroma masakan dari kompor.

"Itu salah satu faktor risiko ya, meningkatkan iritasi. Minyak goreng ada kimianya juga. Lalu jika selama ini tak masalah berarti daya tahan tubuhnya kuat," katanya.

Asbes untuk Atap Rumah
Meski belum ada penelitian untuk di negara Indonesia, namun sejumlah negara lain sudah melarang penggunaan asbes karena dianggap polutan. Oleh sebab itu, atap genteng jauh lebih baik bermaterialkan tanah liat.

Asap Rokok
Tentu saja ini paling berbahaya. Niken menegaskan tak ada batas toleransi bagi seseorang jika berdekatan dengan perokok atau asap rokok. Sebab, perokok pasif justru banyak terkena kanker paru.

"Tak ada batas toleransi radius berapa. Sejauh mungkin hindari. Ada di angkot yang merokok, turun langsung dari angkot," tegasnya.

(ika/ce1/JPC)

 

Bagikan ke Medsos !