JoomlaLock.com All4Share.net
Tapping akan Diproses Hukum
HARUS TEGAS : Menara PDAM yang berada di kawasan Jelutung. Untuk menghindari pencurian air (tapping), PDAM akan membawa pelakunya ke ranah hukum. Rendi Lahara/Jambi Independent

 

JAMBI - Setiap tahun, PDAM Tirta Mayang Kota Jambi mengalami kerugian sebesar Rp 2 miliar. Ini disebabkan kehilangan air, karena ada pencurian air (tapping) oleh pelanggan yang nakal atau pihak yang tidak bertanggungjawab.

Sasli Rais, Direktur Teknik PDAM Tirta Mayang Kota Jambi, mengatakan bahwa kebocoran atau kehilangan air yang dialami PDAM bisa mencapai 41 persen. Dalam satu bulan, PDAM bisa kehilangan air sebanyak 900 kubik.

Ini karena masih banyak masyarakat yang melakukan tindakan yang melanggar hukum, dengan merubah meteran air. “Ini tidak hanya merugikan PDAM namun juga merugikan pelanggan kita yang lain. Sebab, kita sudah menyalurkan air sesuai dengan kebutuhan. Jika masih banyak yang mencuri air, maka kebutuhan pelanggan lainnya akan terganggu,” kata dia.

Tahun ini, salah satu program PDAM adalah fokus pada penanganan kehilangan air. Ditargetkan pada 2018, tingkat kehilangan air hanya 10 persen. Bahkan, PDAM mengancam akan membawa kasus pencurian air ke ranah hukum. Sehingga pelaku pencurian air bisa diproses di kepolisian.

“Kita akan melakukan pengecekan lebih mendalam sehingga kerugian akibat kehilangan air ini bisa ditekan,” kata dia. Selain adanya pelaku tapping, penyebab kehilangan air oleh PDAM adalah masih banyaknya jaringan pipa yang sudah tua.

Ini membuat pipa bocor, dan PDAM lagi-lagi kehilangan air. “Makanya tahun ini kita juga memiliki program untuk menukar pipa yang sudah tua. Merenovasi jaringan yang ada di perumahan atau di jalan yang sudah tertimbun,” bebernya.

Sementara itu, Walikota Jambi Syarif Fasha meminta masalah kehilangan air agar cepat diproses. Sehingga PDAM tidak mengalami kerugian yang cukup besar. Sebab kata dia, saat ini pelayanan PDAM sudah mencapai 75 persen.

“Namun 75 persen itu kan hitungannya berdasarkan air yang produksi, tidak menghitung jumlah rumah yang sudah kita layani,” kata dia. Saat ini di Kota Jambi ada sekitar 200 ribuan bangunan. Dan PDAM sudah mengalirkan air ke 70 ribuan pelanggan.

Menurutnya, harus ada satuan tugas khusus yang akan menangani berbagai masalah ini. Khususnya soal pencurian air. Fasha juga meminta agar PDAM terus meningkatkan kinerja. Baik disiplin maupun dalam soal pelayanan kepada masyarakat. “Jangan apatis terhadap keluhan masyarakat,” kata dia. (viz/rib)

 

Bagikan ke Medsos !