JoomlaLock.com All4Share.net
ASN Dilarang Pakai Gas Elpiji Bersubsidi
ELPIJI BERSUBSIDI : Tumpukan gas elpiji bersubsidi 3 kilogram disalah satu agen yang berada di Muarabulian dalam kondisi kosong. RIZAL ZEBUA/JAMBI INDEPENDENT

 

Menurut Perpres Nomor 104 Tahun 2007 dan Permen ESDM RI Nomor 021 Tahun 2007, gas elpiji 3 kilogram bersubsidi hanya diperuntukkan bagi keluarga miskin dan Usaha Kecil dan Mikro (UKM). Menurut Data Terpadu Program Penanganan Fakir Miskin (PPFM) Kemensos, jumlah keluarga miskin di Kabupaten Batanghari tercatat lebih kurang sebanyak 22.199 KK dan jumlah UKM tercatat sebanyak 5.945 unit.

Dari jumlah tersebut Bagian Ekonomi Pembangunan (Ekbang) Sekda Batanghari mendata dalam waktu Sebulan keluarga miskin membutuhkan rara-rata 4 tabung elpiji 3 kilogram atau sebanyak 88.476 tabung se-Kabupaten Batanghari. Sementara UKM rata-rata 16 tabung per bulan atau 95.120 tabung. “Ini artinya untuk keluarga miskin dan UKM se-Kabupaten Batanghari butuh gas elpiji 3 kilogram bersubsidi sebanyak 183.596 tabung perbulan,” sebut Syaiful Kabag Ekbang Setda Batanghari.

Sementara Kouta elpiji 3 kilogram di Batanghari sendiri, pada tahun 2017 sebanyak 2.237.333 tabung pertahun dengan rincian sekitar 186.445 tabung perbulannya. “Ternyata cukup besar juga jatah untuk Kabupaten Kita. Kalau hanya untuk keluarga miskin dan UKM mestinya sangat cukup,  bahkan masih berlebih sekitar 2.849 tabung perbulan. Namun faktanya dibeberapa tempat sering terjadi kelangkaan elpiji 3 kilo. Ironis memang, orang miskin dan UKM sulit memdapatkan haknya,” cetus Syaiful.

Untuk itu, pihaknya sudah menghimbau ASN agar tidak menggunakan gas elpiji bersubsidi tersebut. Karena menurut Syaiful, salah satu penyebab sering langkanya elpiji adalah banyak orang tergolong mampu masih menggunakan gas bersubsidi tersebut, diantaranya para ASN. “Melalui media ini kami menghimbau kepada para ASN di Batanghari agar tidak menggunakan gas elpiji 3 kilo yang disubsidi oleh pemerintah,  karena itu bukan hak kita tapi haknya keluarga miskin dan UKM,” tegas Syaiful.

Sementara itu, Jamal salah satu penjual gas elpiji bersubsidi di Muara Bulian saat ditanya terkait penjualan gas, mengaku tidak dapat melarang konsumen yang akan membeli gas. Sebab dirinya tidak mengetahui konsumen tersebut apakah pns atau bukan. “Ya mau gimana, namanya juga kita jual. Kita juga dak bisa nanyai satu persatu pembeli. Ya kalau masalah itu, kita kembalikan lagi ke mereka yang akan beli seperti apa yang mereka pikirkan,” tandas Jamal.(Zen)

 

Bagikan ke Medsos !