JoomlaLock.com All4Share.net
Puluhan Warga Jambi Jadi Korban Travel Umroh

 

JAMBI-Heboh penipuan travel umroh ternyata juga terjadi di Kota Jambi. Ada sekitar 32 calon jamaah umroh melalui PT Reza Mulya Barokah yang merasa tertipu. Mereka telah membayar biaya umroh bahkan sejak 2014 lalu, namun hingga saat ini belum diberangkatkan juga.

Terkait hal tersebut, calon jamaahpun mengadukan insiden ini ke pihak kepolisian. Mereka juga mendatangi gedung DPRD Kota Jambi Senin (12/2). Didampingi oleh Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), para korban mengadukan nasib karena telah membayar namun tidak diberangkatkan hingga saat ini.

Seperti yang diungkapkan oleh Misnawati, guru di SMP Negeri 14 Kota Jambi. Dirinya mengaku tertarik mendaftar umroh karena tawaran diskon. Biaya umroh yang dikenakan sekitar Rp 15 hingga 16 juta. “Yang menawari adalah siswa saya yang mengaku orang tuanya memiliki travel umroh. Karena kenal dan murah, sayapun mendaftar. Sayapun mendaftar bersama 6 orang teman saya,”bebernya.

Misnawati lalu menyicil pembayaran selama 8 bulan. Mereka mulai mendaftar di bulan April tahun 2015. Pada saat itu, pemilik Travel menjanjikan mereka berangkat tanggal 24 Desember 2015. Namun pada saat itu ditunda, dan dijanjika  kembali pada 30 Desember 2015. “Saat itu juga tidak jadi berangkat dan pemilik mengatakan akan diberangkatkan kembali pada 10 Januari 2016. Namun akhirnya tidak jadi juga. Bahkan pada 14 Januari nomor kontak pemilik sudah tidak dapat dihubungi kembali,”bebernya kesal.

Selanjutnya pada Februari 2016 dirinya bersama dengan rekannya melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Kotabaru. Namun hingga saat ini belum ada perkembangan dari kasus tersebut. “Setiap kita tanya, katanya masih dalam proses pencarian namun hingga saat ini belum ada kejelasan," ujarnya.

Dirinya berharap pemerintah bisa membantu dalam mencarikan jalan keluar. Sebab,dirinya sudah mengeluarkan biaya yang cukup besar. Namun tidak jadi berangkat ke tanah suci.

Hal yang sama juga diungkapkan oleh Rudianto, salah seorang korban yang mengaku sudah melunasi biaya umroh bahkan sejak 2014 lalu. Dirinya dan istri sudah menyetor lunas biaya untuk menunaikan ibadah Umroh sebesar 51.200.000 tahun 2014. “Saya waktu itu mendaftar dengan istri saya di mana untuk 1 orang dikenakan biaya 25.600.000,”ujarnya.

Namun pada tahun tersebut dirinya tidak jadi berangkat dikarenakan sakit. Namun sang istri tetap berangkat melaksanakan ibadah umroh. “Saat saya gagal berangkat, saya minta uang saya dikembalikan. Namun kata pemiliknya tidak perlu karena saya akan diberangkatkan pada tahun berikutnya. Tapi sampai sekarang belum ada kejelasan. Saya sudah sering mendatangi rumahnya. Namun juga tidak ada hasilnya," tambahnya.

Sementara menurut Ketua YLKI Provinsi Jambi, Ibnu Kholdun mengatakan bahwa berdasarkan laporan yang masuk, ada sebanyak 32 orang jamaah yang tertipu Oleh PT Reza Mulia Barokah. Jika ditaksir kerugian yang dialami masyarakat tersebut mencapai Rp500 jutaan. “Kita berharap adanya perhatian dan bantuan dari pemerintah. Harus ada tindakan untuk membantu masyarakat. Kalau bisa asetnya kita sita untuk mengganti kerugian masyarakat," katanya.

Dirinya juga berharap kepada DPRD Kota Jambi agar meminta Kementerian Agama Kota Jambi supaya mengevaluasi kinerja travel umroh dan haji yang ada di Kota Jambi. Sebab, sudah banyak travel umroh yang menjamur dan dikhawatirkan akan semakin banyak korban yang berjatuhan,”bebernya.

Sementara itu Ketua Komisi 4 DPRD Kota Jambi Abdullah Thaif mengatakan bahwa dalam waktu dekat akan menggelar rapat dengan pihak Kementerian Agama Kota Jambi guna mengkroscek kebenaran tersebut. “Profil travel sudah kami cek ternyata izinnya tidak terdaftar di kota Jambi. Kami juga mendesak kepada pihak kepolisian untuk segera mengusut kasus tersebut sehingga masyarakat memperoleh keadilan,”bebernya.

Sementara itu Walikota Jambi Syarif Fasha meminta warga Kota Jambi lebih waspasa dan lebih hati hati dalam memilih travel umroh. Apalagi jika biaya harga umroh dipatok dibawah Rp 18 juta. “Sebabnya idealnya harga biaya umroh berkisar 22 juta. Saya minta warga untuk lebih waspada dalam memilih travel. Saat ini banyak penipuan. Kalau ada travel yang menawarkan harga dibawah 18 juta itu patut waspada,”bebernya.

Saat ditanya tindakan yang akan diambil pemerintah, Fasha mengatakan akan melihat kantor yang berada di pusat pihak. "Selain itu jika kepolisian sudah turun tangan, saya rasa pemerintah tidak perlu menyegel. Karena tanpa disegel pun saat ini mereka sudah tidak ada aktivitas dan tutup,”bebernya. (viz)

 

Bagikan ke Medsos !