JoomlaLock.com All4Share.net
Masih Ada ASN Yang Andalkan PHTT
SIDAK: Wakil Bupati Tanjab Timur, H. Robby Nahliyansyah mengecek laptop pegawai saat sidak di kantor bersama kemarin. Pengecekan tersebut dikhawatirkan ASN hanya bermain game. AMIRUDDIN/JAMBI INDEPENDENT

 

Wakil Bupati Tanjab Timur, Robby Nahliansyah menilai masih banyak aparatur sipil negara (ASN) dilingkup Pemkab Tanjabtim yang malas. ASN ini kerap mengandalkan pegawai harian tidak tetap (PHTT), untuk menyelesaikan pekerjaan yang sebenarnya menjadi tanggung jawab ASN itu sendiri.

“Mereka sebenarnya bukan tidak tahu tapi malas, karena ada yang diandalkan, ada yang disuruh untuk menyelesaikan tugasnya,” ungkap Robby saat melakukan sidak di Kantor Bersama kemarin (7/2).

Bahkan menurut wabup, kebiasaan malas sejumlah ASN ini telah berlangsung menahun. Hal ini tentunya berdampak pada kinerja ASN itu sendiri. Sementara di sisi lain, PHTT yang setiap bulan mendapat pendapatan lebih kecil ketimbang ASN. Namun pekerjaannya justru lebih berat dari pada ASN.

“Ini yang tengah kita rubah, saya ingin ASN belajar, bekerja, dan tidak lagi mengandalkan PHTT yang gajinya tidak seberapa,” lanjutnya.

Selain berdampak menurunnya kinerja ASN, lanjut Robby, kebiasaan malas juga berdampak pada anggaran daerah. Jika ASN tersebut melakukan perjalanan dinas ke Jakarta karena ada sesuatu urusan dengan pemerintah pusat. Maka ASN tersebut kerap membawa PHTT yang sebelumnya selalu mengerjakan tugas ASN itu sendiri.

“Karena yang tahu lebih banyak itu PHTT bukan ASN nya, makanya PHTT itu dibawa ke jakarta. Akibatnya biaya perjalanan kan membengkak,” jelas Wabup mencontohkan.

“Jika ASN itu mau bekerja dan paham apa yang telah menjadi tupoksinya, ASN itu hanya perlu input data dari PHTT dan ASN itu bisa pergi sendiri ke Jakarta. Sehingga biaya perjalanan dinas tidak terlalu besar,” tambah Robby. Namun bukan berarti dalam ini PHTT tidak dapat bepergian ke luar daerah.

Prinsipnya, jelasnya, keberadaan PHTT membantu atau meringankan kerja ASN. Dalam artian tidak semua pekerjaan ASN dikerjakan oleh PHTT. “Inilah yang terjadi selama ini, dan ini sudah berlangsung menahun,” katanya.

Kondisi ini tentunya sangat membahayakan ASN itu sendiri. Karena jika hal ini terus berlangsung, maka karier ASN itu tidak akan berkembang. “Pak Bupati sudah berlari untuk mengejar visi dan misi, dan ini tentunya harus didukung dengan kinerja ASN yang maksimal,”tegasnya.

Terpisah, beberapa PHTT yang dikonfirmasi koran ini membenarkan hal itu. Namun mereka tidak bisa menolak diperintahkan ASN tersebut. “Tidak mungkin kami menolak perintahnya. Ya, mungkin sudah nasib kami,” tandasnya.(ami/dar)

 

Bagikan ke Medsos !