JoomlaLock.com All4Share.net
SAD Minta Bantuan Rumah Segera Dibangun
TINJAU : Bupati Cek Endra meninjau pemukiman SAD di Bukit Duabelas. Yusar/Bungo independent

 

SAROLANGUN – Rencana pembangunan perumahan Suku Anak Dalam (SAD) di Desa Lubuk Jering, Kecamatan Air Hitam, Sarolangun, lewat bantuan langsung dari Kementerian Sosial sebanyak 50 unit, disambut baik oleh sejumlah Temenggung di Air Hitam.

Jenang SAD, Jalaludin mengatakan, pada intinya warga SAD tidak memilih bentuk rumah yang bakal dibangun. Hanya saja orang rimba di Air Hitam ini berharap rumah bantuan dibangun permanen dan tahan lama.

“Sebenarnya tidak ada persoalan dari warga SAD. Namun sepengetahuan saya, orang rimba tidak biasa menempati rumah beton. Mereka (SAD, red) lebih nyaman tinggal di rumah tinggi yang memiliki tiang dan juga banyak kamar di dalamnya. Itupun jika mereka memiliki banyak anak,” terang Jalaludin dibincangi Sarolangun Independent, Selasa (13/2) lalu.

Sementara, Bupati Sarolangun, H Cek Endra menjelaskan, Pemerintah sendiri tidak bisa memaksa warga SAD untuk menempati rumah yang akan dibangun nantinya. Katanya, jika warga SAD ingin rumah panggung, tentu akan dilakukan desain ulang agar bantuan rumah untuk SAD tepat sasaran dan dapat dimanfaatkan.

“Selama ini kita sudah cukup banyak mendapat bantuan dari Pemerintah Pusat (Kementrian Sosial, red) untuk pembangunan rumah warga SAD di Sarolangun ini. Bentuk rumahnya itu standar sebagaimana rumah di perumnas. Kita lihat sendiri, mereka biasanya duduk di luar, kakinya berjuntai ke bawah, dan bersandar di dinding. Nah itu tidak ditemukan di rumah beton, mereka tidak nyaman dengan kondisi rumah barunya itu, jadi rumah SAD yang dibantu oleh Pemerintah Pusat selama ini hampir semuanya tidak di huni,” terangnya.

Bupati menambahkan, dengan adanya rumah bantuan dari Pemerintah Pusat yang terbuat dari beton, tentu membuat Pemerintah mencoba mendesain ulang perumahan warga SAD yang akan dibagun tahun 2018 ini, sesuai dengan keinginan warga SAD. Kata dia, Pemkab Sarolangun akan melakukan koordinasi kembali dengan Kementrian Sosial tentang desain rumah SAD tersebut.

“Nah inilah permasalahan kita. Pada minggu ini kami akan mengusulkan ke Kementerian agar bentuk rumah bantuan untuk SAD didesain ulang dan disesuaikan dengan kebiasaan SAD. Namun tetap dengan jumlah anggaran yang sama. Semoga bisa terlaksana dengan lancar,” tuntasnya. (cw02/skm)

 

Bagikan ke Medsos !