JoomlaLock.com All4Share.net
Vonis Bebas Doris Dipertanyakan
MEGAH : Suasana gedung Pengadilan Negeri (PN) Sarolangun tampak megah. Sejumlah kasus pelanggaran hukum terus bergulir. Azhari/Sarolangun Independent

 

SAROLANGUN - Masih ingat dengan Doris Abadi. Pria asal Sumatera Barat itu pernah diamankan personil Polsek Pelawan-Singkut, pada Rabu (14/6/2017) lalu. Doris diduga menjadi pelaku penadah emas ilegal di Kabupaten Sarolangun.

            Bersama Doris, polisi juga mengamankan Barang Bukti (BB) berupa sembilan keping emas murni dengan berat sekitar 1,162 Kg. Selain itu juga uang tunai Rp 151.000 dan satu unit mobil Avanza warna abu-abu metalik Nopol B 115 POH.

            Kini, pria kelahiran 31 tahun itu sudah lepas dari jeratan hukum. Ia divonis bebas hakim Pengadilan Negeri (PN) Sarolangun dalam sidang dengan agenda putusan yang berlangsung, Selasa (6/2) sekira pukul 15.30.

            Kasi Pidum Kejari Sarolangun, Dedy Sukarno dikonfirmasi terkait vonis bebas terdakwa Doris, justru mengatakan, secara garis besar perkara sejenis (mengangkut emas tanpa izin, red), selalu terbukti di PN Sarolangun.

“Dengan majelis hakim PN Sarolangun yang sama malahan,” ujar Dedy, Kamis 98/2).

Dalam fakta persidangan, katanya, terdakwa Doris sudah menerangkan dari mana dia mendapatkan BB kepingan emas tanpa izin dan bagaimana cara mendapatkannya.

“Pembuktiannya sudah. Terdakwa sendiri yang menyampaikannya berdasarkan fakta persidangan,” timpalnya.

Dikatakan Dedy, terdakwa Doris sebelumnya dituntut 2,6 tahun penjara oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU), Buhori. “Kami masih menunggu salinan putusannya. Sebab kita belum tahu pertimbangan hakim selengkapnya,” terangnya.
Dedy berharap, pihak PN Sarolangun segera mengirim salinan putusan agar hak-hak pihaknya tidak hilang.   Terpisah, Humas PN sarolangun, Muhammad Affan kepada koran ini mengatakan, terdakwa Doris divonis bebas lantaran fakta dipersidangan tidak bisa membuktikan asal-usul BB emas yang didapatkan terdakwa.

“Tidak terbukti. Dia (terdakwa, red) beli emas dengan Unyil di Desa Monti, Pelawan. Sementara Unyil dimana sekarang, tidak tahu. Jadi terputus cerita itu. Hanya anggapan atau dugaan. Loginya sesat,” kata Affan.

            Soal pernyataan Dedy mengatakan jika perkara sejenis (mengangkut emas tanpa izin, red), selalu terbukti di PN Sarolangun, Affan malah mengatakan jika pembuktian Jaksa tidak sempurna.

“Terserah dia (Jaksa,red). Ini kan pandangan kita. Salinan putusan mungkin akan dikirim pekan depan atau besok (hari ini, red). Tergantung kalau Jaksanya datang. Setelah vonis bebas Doris, jaksanya tidak pikir-pikir lagi dan langsung nyatakan kasasi,” pungkasnya. (skm)

 

Bagikan ke Medsos !