JoomlaLock.com All4Share.net
Terdakwa Menangis di Persidangan
SUASANA : Para Hakim di Pengadilan Negeri saat melaksanakan sidang. Pekan depan, Hakim akan memutuskan kasus pembunuhan di Batanghari. dok/Jambi Independent

 

BATANGHARI – Sidang kasus pembunuhan dengan kedua terdakwa Rudianto (34) warga Muara Tembesi dan Marlina (35) warga Desa Danau Embat Kecamatan Maro Sebo Ulu dilakukan di Pengadilan Negeri (PN) Muara Bulian, Selasa (6/2) sekira pukul 15.00. Kali ini sidang dijalankan dengan agenda pembelaan oleh penasehat hukum atau pledoi.

Sidang yang dipimpin Ketua Hakim Rais Torodji, serta Hakim anggota Ultry Meilizayeni dan Andreas Arman ini mendengarkan pembelaan oleh penasehat hukum terdakwa Abdi Wiraguna. Dalam pembacaan pledoi, penasehat hukum meminta kepada Majelis hakim untuk memberikan hukuman seringan-ringannya terhadap kedua terdakwa dengan berbagai pertimbangan.

“Memperhatikan persidangan kedua terdakwa hal yang meringankan untuk Rudianto yang bersangkutan tidak pernah dihukum, terdakwa menyesali perbuatan,” sebut Penasehat Hukum.

“Terhadap Marlina hal yang meringankan tidak pernah dihukum, masih mempunyai anak dan butuh orang tua. Saya harap majelis hakim mengabulkan permohonan untuk memberikan hukuman yang ringan,” tambah Abdi Wiraguna.

Usai mendengarkan pledoi yang disampaikan, Majelis Hakim Rais Torodji menanyakan kepada terdakwa terutama Marlina terhadap pembacaan Pledoi tersebut. Namun Marlina tiba-tiba menangis ketika berbicara dihadapan Hakim dengan maksud memohon maaf atas perbuatan dirinya dan meminta hukuman agar dapat diringankan.

“Maafkan saya pak hakim,” isak Marlina.

Melihat dan mendengar Marlina yang bercucuran air mata, Majelis Hakim Rais Torodji meminta agar Marlina tidak bersandirwara dan meminta Marlina segera meminta maaf kepada keluarga korban yang Hadir dalam persidangan. Setelah meminta izin sang Hakim, Marlina langsung menghampiri keluarga besar Almarhum Azroi (45) yang turut menyaksiskan persidangan tersebut. Tak ayal, air mata keluarga turut pecah bahkan hingga Marlina Sempat histeris ketiak meminta maaf dngan cara memeluk dan menyalami keluarga korban yang hadir.

Tak hanya Marlina, terdakwa lainnya yakni Rudianto ketika ditanyai terkait pembacaan Pledoi tersebut dirinya mengakui bahwa niat membunuh Azroi merupakan ide darinya. Dirinya pun meminta kepada sang majelis hakim agar memberikan hukuman ringan terhadap Marlina.

“Saya mengakui pak itu perbuatan saya, saya mohon berikan keringanan terhadap Marlina. Untuk saya biarkan saya mendapatkan hukuman mati, karena saya tau dengan mati pun dosa-dosa saya tidak akan hilang,” jelas Rudianto.

Sementara itu Jaksa Penuntut Umum (JPU) yakni Wahyu dan Doni Panjaitan mengatakan tetap pada tuntutan awal yakni terdakwa Rudianto dituntut hukuman maksimal yakni hukuman mati. Sementara Marlina dituntut Hukuman seumur hidup.

“Kami dari JPU tetap pada tuntutan awal terhadap kedua terdakwa,” singkat Wahyu.

Mendengarkan jawaban JPU dan pembacaan pledoi dari penasehat hukum, Majelis Hakim Rais Torodji mengatakan akan bermusyawarah terlebih dahulu bersama hakim anggota terhadap keputusan yang akan diambil. “Sidang kita tunda hingga Rabu (14/2) mendatang dengan agenda keputusan sidang,” tutup Rais Torodji sembari mengetuk palu. (zen)

 

Bagikan ke Medsos !