JoomlaLock.com All4Share.net
Tabungan PNS Dibobol
PERIKSA : Tim Kepolisian bersama pihak Bank BRI ketika melakukan pengecekan di salah satu ATM tempat pelaku beraksi.

 

MERANGIN- Sri Haryati(48)warga Kelurahan Dusun Bangko yang berprofesi sebagai PNS di Kabupaten Merangin,terpaksa harus merelakan uang yang berada di tabungannya. Pasalnya uang yang berada di kartu ATM miliknya raib dibobol pencuri.

Hal itu terjadi setelah korban ingin mengambil uang di salah satu ATM BRI di wilayah Sungai Piul. Informasi dari pihak kepolisian menyebutkan kejadian berawal saat korban dan temannya hendak mengambil uang disalahsatu ATM BRI di Sungai Piul,Minggu(4/2)sekitar pukul 16.20.Sesampainya di ATM BRI,korban langsung masuk kedalam ATM dan masukan kartu ATM-nya. Namun alangkah terkejutnya korban,ATM yang dimasukannya tidak bisa dikeluarkan lagi dan tertelan didalam mesin ATM. Korbanpun berusaha untuk mengeluarkan kartu ATMnya. Namun setelah berkali-kali untuk mengeluarkan kartu ATM tetap ATM milik korban tak bisa dikeluarkan.Tiba-tiba datang seorang pria yang tak dikenal korban menghampiri korban dan bertanya ‘Kok lama buk’ korbanpun balik menjawab ‘mesin ATM-nya macet’.

Merasa korban telah masuk perangkap pelaku,pelaku lalu menyarankan untuk menekan Cancel dan menelpon nomor Bank BRI yang tertera di stiker kaca ATM.Karena merasa yakin korbanpun mencoba menelpon nomor yang tertera di kaca ATM.Setelah berhubungan melalui handpone dengan nomor yang tertera di ATM BRI tersebut,pelaku yang mengatasnamakan pihak BRI meminta nomor PIN ATM korban dan korbanpun langsung memberikan nomor PIN ATM-nya.Selanjutnya usai menelpon yang mengatasnamakan Bank BRI,korban lalu pergi meninggalkan mesin ATM.

Keesokan harinya korban mencoba untuk mengurus kartu ATM miliknya. Namun alangkah terkejutnya korban mendengar jika uang yang ada di tabungannya sebanyak Rp 17 Juta lebih hilang. Merasa uang miliknya hilang,korban lalu melaporkan kejadian ini ke Polres Merangin.

Kapolres Merangin AKBP I Kade Utama Wijaya melalui Paur Humas Ipda Echo Sitorusmembenarkan ada laporan masuk terkait pencurian berkedok ATM tertelan.

“Sebenarnya modus yang dipakai pelaku adalah modus lama. Dimana pelaku menyangkutkan lidi korek api kedalam mesin pembaca kartu ATM. Setelah berhasil dan ATM korbannya tersangkut,baru pelaku beraksi untuk merayu korban menyerahkan nomor pin ATM-nya,”jelas Ipda Sitorus,Senin(5/2).

Sitorus juga mengatakan,untuk kejadian ini tidak hanya kali ini. Sebelumnya juga ada terjadi di Kabupaten Merangin dan modusnyapun sama menyangkutkan sesuatu di mesin ATM.

“Saya menghimbau kepada masyarakat,jika mengalami hal yang serupa,jangan mudah percaya kepada seseorang yang baru kita kenal,apalagi memberikan nomor PIN ATM kita,”tutupnya.(zak)

 

Bagikan ke Medsos !