JoomlaLock.com All4Share.net
Evakuasi Korban Mobil Tertimpa Beton Selama 13 Jam, Ini Penjelasan Basarnas
STANDAR PROSEDUR: Lubang kecil yang digunakan tim gabungan untuk mengevakuasi dua korban. Foto: Toni Suhartono/INDOPOS.CO.ID

 

Selama 13 jam lebih, tim gabungan melakukan evakuasi terhadap mobil yang tertimpa beton di Underpass Jalan Perimeter Selatan, Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) Kota Tangerang sejak Senin (5/2) sore hingga Selasa (6/2) pagi.

Lamanya proses evakuasi dua korban karyawati PT Garuda Maintenence Facility (GMF) ini, menurut Kasubbag Humas Basarnas M. Yusuf Latif sesuai prosedur yang dilakukan.

”Memang di beberapa tempat dalam melakukan evakuasi runtuhan beton, itu membutuhkan waktu berjam-jam. Dan itu kita pakai prosedur internasional. Selama dua belas jam alhamdulilah normal sesuai yang diharapkan dari tim rescue,” terang Yusuf saat dihubungi INDOPOS.

Dia juga menjelaskan, yang dilakukan tim gabungan pertama kali ialah menilai dan men-survei keadaan sekitar reruntuhan beton. Mereka memastikan agar tidak ada runtuhan susulan. Setelah itu membuat lubang kecil berbentuk mirip segitiga berukuran 90-an yang digunakan untuk mengeluarkan para korban.

Tim harus membuat lubang dengan ukuran kecil agar tidak mengganggu kestabilan beton. Kemudian tim gabungan masuk kedalam lubang untuk memasang alat hidrolik untuk menopang beton.

”Jadi kita bikin penopang dibawah reruntuhan itu, biar tidak membahayakan tim rescue karena bisa saja reruntuhan ini nggak stabil, pada saat bekerja tiba tiba karena ada getaran alat nah dia jatuh,” jelasnya juga.

”Barulah setelah itu tim menjangkau korban dan berhasil berkomunikasi," imbuhnya

Lebih jauh lagi, Yusuf kembali melanjutkan, pihaknya tidak bisa sembarangan menggunakan alat berat seperti excavator karena kondisi beton lapisannya labil. Kendati ada excavator, itu hanya berfungsi untuk mengurangi beban beton karena tertimpa tanah.

"Nah dia (excavator) juga membuat agar tidak ada runtuhan susulan. Tapi tidak sampai beton bawahnya karena dikhawatirkan kalau nyenggol beton bawahnya akan roboh," tandasnya.

Adapun alat yang digunakan dalam evakuasi tersebut, kata Yusuf, pihaknya menyesuaikan kebutuhan di lokasi kejadian seperti alat hidrolik, pemotong bangkai mobil, serta ada juga alat gunting untuk memotong rangka mobil. (jaa)

 

Bagikan ke Medsos !